


Richard Schueler, atau Richard Heart, merupakan pendiri proyek kripto HEX dan PulseChain. Saat ini, ia menghadapi tantangan hukum berat di Finlandia, di mana pihak berwenang telah mengeluarkan surat penahanan atas dugaan penipuan pajak dan penyerangan fisik. Walaupun berdomisili di Helsinki, Heart dikabarkan berhasil menghindari penegak hukum Finlandia maupun Amerika Serikat.
Otoritas pajak Finlandia dan kepolisian Helsinki menuduh Richard Heart melakukan penipuan pajak dari Juni 2020 sampai April 2024. Detektif Harri Saaristola menemukan perbedaan besar antara pendapatan yang dilaporkan Heart dan kewajiban pajaknya. Estimasi awal menunjukkan pajak yang belum terbayar bisa mencapai ratusan juta euro, menyoroti besarnya dugaan penipuan.
Investigasi ini tidak hanya terkait pajak. Heart juga diduga melakukan penyerangan pada Februari 2024. Detail insiden masih dirahasiakan, karena penyelidikan sedang berjalan, sehingga menambah tantangan hukum bagi pendiri HEX. Pihak otoritas Finlandia bekerja sama dengan organisasi internasional untuk memproses kasus kompleks ini, yang kemungkinan melibatkan isu hukum lintas negara.
Di sisi lain, Richard Heart juga dituduh oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). SEC menuduh Heart tidak mendaftarkan HEX, PulseChain, dan PulseX sebagai efek. Menurut lembaga tersebut, proyek-proyek ini telah mengumpulkan lebih dari satu miliar dolar melalui penawaran efek yang tidak terdaftar—pelanggaran serius terhadap hukum sekuritas Amerika Serikat.
Tuduhan SEC meluas, termasuk dugaan bahwa Heart menggunakan dana yang terkumpul untuk gaya hidup mewah: jam tangan eksklusif, kendaraan kelas atas, dan berlian 555 karat bernilai $70 juta. Pembelian tersebut menimbulkan pertanyaan penting tentang penggunaan dana investor dan pengelolaan fiduciary proyek.
SEC mengalami kesulitan besar dalam menyampaikan dokumen hukum kepada Heart, yang diduga sengaja menghindari pihak berwenang. Heart masih aktif di media sosial, mengunggah video dan wawancara di platformnya, sehingga visibilitas publiknya kontras dengan ketidaktersediaannya bagi otoritas hukum. Sidang kasus SEC dijadwalkan segera dan diperkirakan menjadi momen penting dalam proses hukum tersebut.
HEX diluncurkan pada tahun 2019 dan segera menjadi salah satu proyek paling kontroversial di industri cryptocurrency. Proyek ini memperkenalkan sertifikat deposito blockchain pertama, menawarkan imbal hasil menarik bagi investor yang mengunci token selama periode tertentu. Konsep ini langsung menarik minat dan investasi dari komunitas kripto.
Pada Juli 2024, SEC mengajukan keluhan resmi, menuduh HEX serta token PLS dan PLSX dari PulseChain sebagai efek yang tidak terdaftar. Tindakan hukum ini menjadi titik krusial, memunculkan pertanyaan tentang legalitas dan status regulasi proyek. Potensi klasifikasi sebagai efek membawa risiko sanksi berat bagi proyek dan promotornya.
SEC memperluas penyelidikan terhadap sejumlah influencer kripto yang mempromosikan HEX, dan berupaya memanggil mereka dalam peninjauan ekosistem promosi proyek. Selain itu, gugatan class action telah diajukan terhadap salah satu bursa besar, mencerminkan kekhawatiran terhadap cara HEX dipasarkan dan diperdagangkan.
Kasus SEC juga mencakup tuduhan manipulasi harga HEX. SEC mengklaim beberapa platform data kripto terlibat dalam praktik yang menaikkan nilai token secara artifisial. Jika terbukti, tuduhan ini dapat berdampak serius pada Heart, proyeknya, dan ekosistem kripto—memperkuat urgensi regulasi sektor yang lebih ketat.
Kasus ini menyoroti meningkatnya risiko hukum bagi pendiri proyek kripto di tengah lanskap regulasi yang terus berubah. Pentingnya kepatuhan regulasi dan transparansi dalam pengembangan serta promosi aset digital semakin diperjelas oleh kasus ini.
Richard Heart adalah pendiri HEX dan PulseChain, dua proyek kripto utama. Ia dikenal berkat ide-idenya yang tidak konvensional serta peran aktif di industri blockchain, menjadikannya figur penting di sektor cryptocurrency, khususnya melalui inovasi DeFi.
HEX merupakan mata uang kripto yang menawarkan sertifikat deposito blockchain dengan imbalan penguncian token. Proyek ini memiliki skema imbal hasil yang unik, namun sering dikritik atas sifatnya yang spekulatif di ekosistem kripto.
Richard Heart diduga menghindari pembayaran pajak Finlandia dengan nilai ratusan juta euro. Investigasi dimulai setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam laporan pajaknya. Ia juga menghadapi tuduhan penyerangan dan tindakan hukum tambahan dari SEC Amerika Serikat.
Investigasi ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap imbal hasil tahunan HEX yang tinggi, sehingga dapat menurunkan kepercayaan investor dan mendorong pengawasan regulasi yang lebih ketat. Dalam jangka pendek, hal ini dapat berdampak negatif pada posisi pasar HEX dan kepercayaan investor.
Pendiri dapat dikenai denda besar, tuntutan hukum, hukuman penjara, dan penyitaan aset. Kegagalan memenuhi kewajiban pajak sering berujung pada audit intensif dan menurunkan kredibilitas regulasi.
Richard Heart pernah menghadapi tuntutan hukum, namun dibebaskan oleh pengadilan federal karena kurangnya bukti. Ia juga berhasil menang dalam tuduhan SEC. Tidak ada sengketa hukum besar lain yang diketahui.











