

Fractionalized NFT adalah NFT yang dibagi menjadi beberapa bagian kepemilikan yang lebih kecil, sehingga beberapa investor dapat memiliki bagian dari NFT asli secara bersama-sama. Konsep ini mirip dengan membagi kepemilikan lukisan menjadi saham yang bisa diperdagangkan, di mana masing-masing saham dapat dibeli atau dijual secara terpisah. Manfaat utamanya adalah menurunkan hambatan masuk untuk NFT bernilai tinggi, sehingga likuiditas pasar meningkat secara signifikan.
Pada umumnya, NFT bernilai tinggi—seperti karya seni digital premium atau koleksi selebritas—memiliki harga yang sangat tinggi. Fractionalized NFT memanfaatkan smart contract untuk mengunci dan membagi NFT menjadi saham yang dapat diperdagangkan, sehingga partisipasi menjadi lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang.
Menjelang akhir 2025, pasar fractionalized NFT masih berada di tahap awal. Ukurannya masih kecil dibandingkan segmen lain di pasar kripto, namun terus menunjukkan pertumbuhan. Data terbaru memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar total token yang terkait fractionalized NFT mencapai sekitar $21,6 juta, dengan volume perdagangan 24 jam sekitar $1,95 juta.
Walaupun angka tersebut masih kecil, proyeksi jangka panjang menunjukkan pasar fractionalized NFT global akan tumbuh dari sekitar $3,8 miliar pada 2025 menjadi lebih dari $9,2 miliar pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sekitar 17,8%.
Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang konsisten terhadap NFT bernilai tinggi, khususnya di bidang seni, koleksi langka, dan real estat virtual. Selain itu, semakin banyak proyek NFT yang memanfaatkan fractionalization untuk menarik investor dari berbagai latar belakang. Berbeda dengan pasar seni digital yang cenderung mengalami penurunan, fractionalized NFT justru memberikan energi baru pada ekosistem tersebut.
Fractionalization NFT untuk karya seni merupakan salah satu aplikasi nyata yang paling umum. Misalnya, platform Particle membagi karya terkenal Banksy “Love is in the Air” menjadi 10.000 saham NFT. Saat ini, lebih dari 2.600 pemilik bersama di seluruh dunia berbagi kepemilikan atas karya tersebut, dan karya ini telah dipamerkan di sejumlah museum kelas dunia.
Pendekatan ini membawa seni tradisional ke ekosistem blockchain dan memungkinkan pemegang NFT untuk berpartisipasi dalam tata kelola komunitas dan voting. Dibandingkan kepemilikan NFT tunggal, model tata kelola terdesentralisasi ini memperlihatkan potensi aset praktis dari NFT.
Untuk berinvestasi di fractionalized NFT, langkah awal adalah melakukan riset platform dan metode perdagangan terkemuka. Beberapa marketplace NFT—seperti Fractional.art dan NFTfi—mendukung pembagian NFT dan perdagangan sekunder. Protokol baru seperti Ovols juga mulai hadir, menawarkan liquidity pool berbasis DeFi yang memudahkan proses perdagangan fractionalized NFT.
Proses investasi umumnya meliputi:
Kolektor juga perlu menilai latar belakang proyek dan kondisi likuiditas agar terhindar dari aset yang tidak likuid.—-
Fractionalized NFT menjadi inovasi utama di pasar NFT, secara bertahap memperluas partisipasi dan likuiditas. Dengan kemajuan teknologi dan regulasi yang semakin matang, fractionalized NFT berpotensi menjembatani NFT dengan pasar aset tradisional.
Ke depannya, fractionalized NFT bisa semakin terintegrasi dengan DeFi dan DAO (Decentralized Autonomous Organizations), membuka peluang model tata kelola bersama dan distribusi keuntungan yang baru. Bagi investor, memahami peluang dan risiko akan menjadi kunci untuk memanfaatkan rantai nilai NFT yang terus berkembang.





