Exchange desentralisasi (DEX) terus berkembang pesat di sektor cryptocurrency. Artikel ini membahas prinsip dasar DEX serta menyoroti sejumlah platform teratas yang tersedia saat ini.
Exchange desentralisasi merupakan platform perdagangan peer-to-peer (P2P) yang beroperasi tanpa otoritas terpusat. Berbeda dengan exchange terpusat, DEX tidak mengharuskan pengguna menyimpan dana di dompet kustodian. DEX menggunakan smart contract, automated market maker (AMM), dan liquidity pool untuk memfasilitasi transaksi.
Uniswap merupakan salah satu DEX terbesar dan paling populer di jaringan Ethereum. Dengan model AMM untuk pengelolaan likuiditas desentralisasi, Uniswap menawarkan beragam token yang dapat diperdagangkan. Penyedia likuiditas mendapatkan imbalan dari biaya trading.
DEX multichain ini berfungsi sebagai agregator, memberikan akses ke berbagai blockchain, ratusan DEX, dan ribuan coin. Platform ini dikenal karena keamanannya, biaya rendah, dan pengalaman trading yang praktis.
ApeX Pro mengadopsi model AMM elastis yang meningkatkan efisiensi modal. Platform ini memiliki antarmuka order book yang familiar serta menawarkan perdagangan leverage di pasar derivatif.
Curve dikenal dengan spesialisasi pada pasangan trading ber-volatilitas rendah. Platform ini menawarkan biaya transaksi sangat rendah dan memberi pemegang token native hak partisipasi dalam tata kelola platform.
KyberSwap mendukung berbagai liquidity pool dan terintegrasi dengan beragam aplikasi DeFi. Penyedia likuiditas memperoleh bagian dari biaya pada pasangan trading tertentu.
Exchange desentralisasi memberikan alternatif yang aman dan transparan dibandingkan platform terpusat konvensional. Setiap DEX menghadirkan fitur dan keunggulan tersendiri, sehingga pengguna perlu melakukan riset untuk memilih platform yang sesuai dengan tujuan trading mereka. Dengan terus bertumbuhnya ekosistem DeFi, DEX diperkirakan akan semakin berkembang, menghadirkan solusi inovatif bagi para trader crypto.
Exchange desentralisasi (DEX) adalah platform yang memungkinkan perdagangan cryptocurrency tanpa perantara terpusat. Transaksi berlangsung peer-to-peer melalui smart contract, memberikan privasi optimal dan menghilangkan kebutuhan KYC.
Exchange desentralisasi memungkinkan pengguna melakukan perdagangan cryptocurrency langsung tanpa perantara, beroperasi melalui jaringan P2P dan tanpa otoritas pusat.