P2PKH, atau Pay-to-PubKey-Hash, adalah metode kriptografi yang digunakan dalam transaksi Bitcoin untuk memastikan koin dikirim ke hash public key milik individu tertentu, bukan langsung ke public key. Cara ini meningkatkan keamanan karena public key tidak dibuka ke publik hingga transaksi ditandatangani saat pembelanjaan.
Dalam ekosistem Bitcoin, sebagai mata uang kripto paling populer, P2PKH berperan vital dalam menjaga integritas dan keamanan transaksi. Sebagian besar transaksi Bitcoin mengandalkan skrip P2PKH, menegaskan signifikansi dan keandalannya di dalam ekosistem kripto.
Pengenalan P2PKH menjadi titik balik penting dalam evolusi scripting Bitcoin, terutama untuk mengatasi kerentanan keamanan pada model Pay-to-PubKey sebelumnya. Awalnya, transaksi Bitcoin memungkinkan pengirim mengirim koin langsung ke public key penerima, namun cara ini membuat public key terekspos di blockchain dan rentan terhadap kelemahan kriptografi. P2PKH dirancang untuk mengurangi risiko ini dengan memastikan public key baru diungkap saat output dibelanjakan, bukan saat masih unspent, sehingga meningkatkan keamanan aset digital.
P2PKH bukan hanya fundamental dalam transaksi Bitcoin, tetapi juga menjadi standar di banyak mata uang kripto lain. Implementasinya terlihat pada berbagai kasus, seperti dompet multi-signature yang menawarkan lapisan keamanan tambahan. Dompet multi-signature membutuhkan lebih dari satu private key untuk mengotorisasi transaksi, sehingga mendistribusikan trust dan meningkatkan keamanan. Kompatibilitas P2PKH dengan fitur-fitur canggih ini membuktikan fleksibilitas dan ketahanannya di berbagai skenario kriptografi.
Penggunaan P2PKH memberikan dampak besar pada pasar, khususnya dalam proses verifikasi dan pengamanan transaksi. Dengan menyembunyikan public key hingga saat pembelanjaan, P2PKH mengurangi risiko serangan komputasi kuantum yang bisa membobol kriptografi public key. Upaya pengamanan ini menambah kepercayaan investor dan pengguna terhadap kemampuan blockchain dalam melindungi aset. Efisiensi dan keamanan P2PKH juga menjadikannya praktik standar dalam pengembangan blockchain, memengaruhi desain mata uang kripto dan aplikasi blockchain baru.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, prinsip-prinsip P2PKH terus memengaruhi munculnya inovasi baru. Contohnya, pertumbuhan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi juga memanfaatkan prinsip kriptografi serupa untuk menjamin transaksi yang aman dan otomatis. Selain itu, meningkatnya fokus pada privasi dan keamanan mendorong penelitian dan pengembangan lebih lanjut atas P2PKH demi perlindungan yang lebih kuat tanpa mengorbankan efisiensi transaksi.
Pada akhirnya, P2PKH menjadi pilar utama arsitektur Bitcoin dan banyak mata uang kripto lainnya karena menyediakan metode transaksi yang aman. Signifikansinya melampaui aspek keamanan; ia juga menjadi landasan perkembangan teknologi blockchain di masa mendatang. Dengan penerapan luas dalam transaksi Bitcoin dan operasi blockchain serupa, P2PKH tetap menjadi elemen penting dalam peningkatan keamanan dan efisiensi kripto.
P2PKH adalah singkatan dari Pay-To-Public-Key-Hash, yaitu tipe skrip transaksi standar Bitcoin yang mengunci dana pada hash public key penerima. Metode ini memungkinkan transfer dana secara aman dengan mensyaratkan tanda tangan dari private key penerima untuk membuka dan membelanjakan koin, dan menjadi tipe transaksi Bitcoin yang paling banyak digunakan.
P2PKH membuat alamat dari hash public key. P2SH menghasilkan alamat dari hash redeem script, sehingga memungkinkan transaksi yang lebih kompleks. P2WPKH merupakan versi SegWit dari P2PKH yang menawarkan biaya lebih murah dan konfirmasi lebih cepat.
Alamat P2PKH selalu diawali angka '1'. Ini adalah format alamat Bitcoin paling umum, yaitu Pay-to-Public-Key-Hash. Cukup cek apakah alamat dimulai dengan '1' untuk memastikan tipe P2PKH.
Transaksi P2PKH umumnya aman, namun tetap menghadapi risiko seperti serangan 51% dan node jahat. Masalah utama meliputi malleabilitas ID transaksi dan potensi double-spending. Menggunakan jaringan yang mapan dengan hashrate tinggi akan meningkatkan perlindungan.
Alamat Segregated Witness menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah, waktu konfirmasi lebih cepat, dan keamanan yang lebih baik dibandingkan P2PKH. Format ini mengurangi ukuran transaksi dan membuat blockchain lebih efisien, sehingga kini menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna.
Benar, P2PKH cenderung memiliki biaya lebih tinggi karena memakan lebih banyak ruang di blockchain dibandingkan format baru seperti P2TR. Output P2TR hanya menggunakan kurang dari 2/5 beban input P2PKH, sehingga biaya transaksinya lebih rendah.