Bitcoin, sebagai pelopor mata uang kripto, terus berkembang melalui berbagai pembaruan signifikan guna mengatasi isu skalabilitas dan meningkatkan fungsionalitas. Dua peningkatan paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah Native Segregated Witness (SegWit) dan Taproot. Artikel ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai kedua pembaruan tersebut beserta dampaknya terhadap jaringan Bitcoin.
Native SegWit, yang merupakan pengembangan dari SegWit, diperkenalkan untuk menjawab tantangan skalabilitas Bitcoin. Fokus utamanya adalah optimalisasi bobot, yang secara signifikan mengurangi ukuran dan bobot blok Bitcoin. Beberapa fitur utama pembaruan ini antara lain:
Native SegWit menjadi bagian penting dari infrastruktur Bitcoin, menjawab pertanyaan "apa itu native segwit" dengan menghadirkan format transaksi yang lebih efisien dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang blok.
Taproot, yang diimplementasikan beberapa tahun lalu, merupakan lompatan besar dalam evolusi Bitcoin. Pembaruan ini menghadirkan fitur-fitur canggih yang berfokus pada peningkatan privasi, efisiensi, dan kemampuan scripting. Aspek utama Taproot meliputi:
Kedua pembaruan bertujuan meningkatkan fungsionalitas Bitcoin, namun masing-masing memiliki pendekatan dan manfaat yang berbeda:
Efisiensi: Native SegWit berfokus pada optimalisasi bobot, sementara Taproot menitikberatkan agregasi tanda tangan dan optimasi kondisi pengeluaran.
Biaya: Transaksi Native SegWit umumnya lebih efisien dan hemat biaya karena data yang lebih kecil. Taproot mungkin memiliki biaya sedikit lebih tinggi untuk transaksi tertentu, namun menawarkan efisiensi lebih baik pada operasi kompleks.
Privasi: Taproot secara signifikan meningkatkan privasi pengguna dengan menyamarkan detail transaksi, sedangkan Native SegWit tidak menitikberatkan aspek privasi.
Fungsionalitas Smart Contract: Taproot mendukung smart contract yang lebih kompleks dengan kebutuhan sumber daya lebih rendah, sementara Native SegWit tidak mencakup aspek ini.
Native SegWit dan Taproot merupakan capaian penting dalam pengembangan Bitcoin secara berkelanjutan. Native SegWit unggul dalam mengoptimalkan bobot dan biaya transaksi, sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari. Sementara Taproot menghadirkan peningkatan signifikan dalam privasi dan kemampuan smart contract, membuka peluang aplikasi yang lebih maju di jaringan Bitcoin. Kedua pembaruan ini mencerminkan komitmen Bitcoin terhadap inovasi berkelanjutan, mengatasi tantangan utama skalabilitas, efisiensi, dan fungsionalitas di dunia mata uang kripto yang terus berubah.
Hingga 2025, kedua pembaruan ini telah menjadi bagian integral dari ekosistem Bitcoin, dengan Native SegWit khususnya berperan penting dalam peningkatan efisiensi transaksi dan penurunan biaya bagi pengguna. Pertanyaan "apa itu native segwit" semakin krusial bagi pengguna dan pengembang Bitcoin, karena menandai perbaikan mendasar dalam struktur dan proses transaksi di jaringan Bitcoin.
Native SegWit sangat direkomendasikan. Fitur ini menawarkan biaya lebih rendah, transaksi lebih cepat, dan tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan SegWit biasa. Gunakan alamat native SegWit untuk hasil transaksi Bitcoin yang optimal.
BTC dan BTC SegWit merupakan jenis mata uang kripto yang sama. Namun, SegWit adalah format alamat yang telah ditingkatkan dan memberikan biaya lebih rendah serta transaksi lebih cepat di jaringan Bitcoin.
Native SegWit memisahkan tanda tangan transaksi sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan. Fitur ini mengurangi ukuran transaksi, menurunkan biaya, serta meningkatkan skalabilitas di jaringan Bitcoin.
Transaksi akan diproses seperti biasa. Alamat SegWit kompatibel dengan Bitcoin, sehingga dana Anda akan diterima dengan aman dan dapat diakses oleh penerima.